Jumat, 12 April 2013

Gejala-gejala Parkinson


ah satu 
Salah satu gejala Parkinson, tangan dan jari terus gemetar. (http://www.wowkeren.com)

Ilmu Tambahan [ Kesehatan ]- Biasanya, sel-sel saraf membuat bahan kimia penting yang disebut dopamin. Dopamin mengirimkan sinyal ke bagian otak Anda yang mengontrol gerakan. Ini memungkinkan otot-otot Anda bergerak dengan lancar dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Mekanisme otak tersebut tak berjalan pada seseorang yang mengalami Parkinson. Terdapat kerusakan sel-sel saraf karena tidak memiliki cukup dopamin, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bergerak seperti diinginkannya.

Parkinson merupakan salah satu penyakit degeneratif yang berlangsung perlahan.  Umumnya penyakit ini akan terdiagnosis ketika seseorang berusia sekitar 50 hingga 60 tahun.

"Gerakan jadi lambat, mudah lelah, keseimbangan terganggu, muncul kecemasan hingga depresi. Ini merupakan beberapa gejala parkinson yang umum ditemui," kata dr. Diatri Nari Lastri, Sp.S(K), Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dalam acara peringatan Hari Parkinson Sedunia, di Jakarta.

Munculnya gejala ini berkaitan dengan matinya sel di bagian otak yang berfungsi sebagai penghasil dopamin, yaitu senyawa yang mengatur tindakan dan tanggapan emosional. Ketika sel tersebut mati, senyawa dopamin akan berkurang. Efeknya, bagian otak ini tak berfungsi untuk mengirim pesan ke saraf sumsum tulang belakang yang bekerja untuk kendalikan otot tubuh.

Diatri Nari juga memaparkan ada gejala paling umum yang dapat diketahui apakah seseorang menderita parkinson atau tidak. Berikut gejalanya yang lebih mudah diingat dengan TRAP.

Tremor
Tremor atau gemetar memang umum terjadi, biasanya mempengaruhi jari, jempol, tangan, dan lengan, dan dapat mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Tremor pada parkinson paling terlihat ketika penyandang sedang berisitirahat.

Ketika dalam kondisi cemas atau emosional, tremor akan muncul. Seorang penyandang parkinson biasanya akan mengalami kesulitan untuk mengikat tali sepatu, mengancingkan kemeja, sulit menulis.

Rigiditas
Merupakan terjadinya kekakuan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, lengan, atau batang tubuh.  Tak hanya itu, otot juga mengalami ketegangan, lengan cenderung tak dapat berayun dengan harmonis.

Akinesia
Biasa dikenal dengan istilah bradikinesia. Ini merupakan atau gerakan melambat yang berpotensi pada hilangnya gerakan tubuh. Ekspresi wajah lebih sedikit seperti senyum, mengerutkan dari, serta  berkedip jadi lebih jarang.  Bahkan akan mengalami kesulitan menelan dan produksi jumlah air liur meningkat.

Postural Instability
Terjadinya ketidakseimbangan tubuh ketika melakukan mobilisasi gerak, terutama ketika berjalan berlari. Dalam hal ini kecenderungan untuk jatuh meningkat.

Gejala tersebut dapat berubah bahkan memburuk dari waktu ke waktu, tergantung kondisi (pemberian obat) penyandang. Kecepatan gejala memburuk bervariasi tiap orang. Ini karena parkinson merupakan penyakit yang membutuhkan waktu tahunan sebelum gejala tersebut bertambah buruk dan berpengaruh dalam kehidupan.

"Gejala parkinson akan muncul ketika kerusakan otak sudah enam puluh persen dengan kadar dopamin yang sedikit. Ini karena lima sampai tujuh tahun sebelumnya, otak mulai mengalami kerusakan. Oleh karena itu, parkinson belum diketahui jelas penyebabnya," kata dr. Banon Sukoandri, Spesialis Saraf sekaligus Ketua Yayasan Peduli Parkinson Indonesia (YPPI).

Terapi Musik

Banon menyampaikan, penyandang parkinson harus selalu memperhatikan pentingnya menjaga kemampuan motorik agar tetap berfungsi. "Diperlukan seni tersendiri untuk melatih dan merawat penyandang, seperti membuat kerajinan tangan, menulis, dan menggambar. Cara mengembangkannya dengan mendengarkan musik," kata Banon saat ditemui di Energy Cafe, Jakarta.

Menurutnya musik jenis ritmik dapat membantu penyandang untuk merangsang sensorik dari luar. Dengan demikian, gerakan akan diatur dengan mengikuti irama musik. Di beberapa negara, terapi musik diberikan sambil menggambar.

"Pasien akan disuruh menutup mata sambil mendengarkan musik dengan irama santai. Kemudian sambil mendengarkan irama, tangan diarahkan untuk menggambar mengikuti irama tersebut," jelas Banon. (sj)




Read more »»  

Kenali Gejala Awal Serangan Stroke




Ilustrasi grafis stroke. (nextgenerationku.com)

Ilmu Tambahan [ Kesehatan ] - Stroke (cerebrovascular accident, CVA) jadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Bukan hanya menurunkan kualitas hidup, tapi juga berdampak psikologis bagi orang-orang di sekeliling. Stroke terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di otak.

Efeknya berupa pendarahan dan kerusakan otak. Hal ini menyebabkan seseorang jadi kehilangan penglihatan, sulit berbicara, atau kebingungan.

Bukan hanya terjadi pada orang yang berusia senja, pada usia 30-an, seseorang juga bisa mengalami stroke. Gaya hidup yang tidak sehat jadi pemicu utamanya.

"Ketika ada ketidaklancaran aliran darah di otak, dapat muncul gejala seperti sakit kepala, leher terasa kaku, pundak kaku sampai merasa tak nyaman pada tangan, serta sulit berkonsentrasi. Ada pula munculnya kesemutan di area sekitar wajah, pandangan kabur, dan bicara sulit," ujar dr. Terawan, Sp. Rad (K) ketika ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Gejala tersebut bisa disebabkan karena kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurangnya waktu beristirahat, atau adanya tekanan berkepanjangan.
Pola makan turut menyumbang serangan stroke tiba-tiba. Pencetusnya adalah penyakit yang menahun, seperti darah tinggi dan diabetes.

Terkait hal tersebut, menurut spesialis saraf dari RSPAD Gatot Subroto, dr. Tugas Ratmono, stroke juga ditandai dengan munculnya keluhan atau gejala klinis. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Gangguan motorik
Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan gerakan, karena otot tak berfungsi dengan baik. Seseorang yang menderita stroke, mendadak dapat kehilangan keseimbangan dan terjadi kelumpuhan di beberapa area tubuh.

Gangguan sensorik

Ini merupakan gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa nyeri atau rasa tak nyaman bukan hanya di kepala. Tapi, juga di bagian kaki, mulai dari lutut hingga betis. Tak hanya itu, gangguan sensorik juga dapat menyebabkan tubuh terasa pegal.

Gangguan otonom
Pada dasarnya, sistem saraf otonom bekerja di bawah kesadaran manusia. Sistem ini mengatur tekanan darah dan frekuensi napas menuju organ tubuh seperti pembuluh darah, jantung, alat kelamin, kelenjar keringat, dan lainnya. Saat stroke menyerang saraf otonom, dapat menyebabkan buang air kecil atau buang air besar tak terkontrol, keringat berlebihan, serta napas yang tak teratur.

Gangguan psikis

Tak sedikit masyarakat menyadari bahwa stroke sering kali memunculkan gejala yang berhubungan dengan mental. Misalnya, adanya perubahan perilaku.

 "Seseorang yang tadinya rajin jadi tak bersemangat atau malas. Bisa tiba-tiba tertawa sendiri atau jadi seorang yang pendiam," kata dr. Tugas. (art)

Read more »»  

Spa Otak, Teknik Sembuhkan Stroke


Stroke terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak. (nextgenerationku.com)

ITm [ Kesehatan ] - Cerebrovascular accident, CVA atau lebih dikenal dengan stroke  di Indonesia menjadi penyakit nomor tiga paling mematikan setelah jantung dan kanker. Stroke sendiri terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di otak. Pencetusnya bisa karena penyakit menahun seperti diabetes dan hipertensi. 


Efek dari serangan stroke ini bisa menyebabkan kelumpuhan di beberapa anggota badan, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, hingga berkurangnya fungsi kognisi. 

"Ketika ada ketidaklancaran aliran darah di otak, dapat muncul gejala seperti sakit kepala, leher terasa kaku, pundak kaku sampai merasa tak nyaman pada tangan, serta sulit berkonsentrasi,” ujar dr. Terawan, Sp. Rad (K) ketika ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Seperti yang dialami Dudi Hendrakusuma (50), Presiden Direktur sebuah televisi swasta ternama, ia mengeluhkan ketidaknyamanan di bagian kepala. Hampir enam bulan belakangan ini. "Sering tiba-tiba sakit kepala, leher terasa kaku, dan penglihatannya kabur. Sering lupa dan kalau berjalan sering tiba-tiba gelap," ujarnya. 

Tak ingin berakibat fatal, ia memeriksakan diri ke ahli saraf, Dr Tugas Ratmono Sp.S di RSPAD Gatot Subroto. Hasil diagnosa menyebut adanya penyumbatan aliran darah di bagian otak kiri yang berpotensi terserang stroke. Ia kemudian dirujuk ke Dr Terawan Agus Putranto, pakar radiologi intervensi untuk melakukan brain spa.

"Sebenarnya saya tidak memberi nama tertentu untuk tindakan ini. Tekniknya hanya memasukan kateter ke dalam pembuluh darah dengan sedikit inovasi. Selang ini akan dimasukkan melalui pangkal paha," kata dr Terawan, Sp.Rad (K) kepada VIVAlife.

Dalam kasus Dudi yang mengalami lebih banyak penyumbatan di bagian otak kiri, pembersihan diarahkan pada otak kiri terlebih dahulu, baru kemudian otak bagian kanan. Tindakan ini cukup sederhana. Menyemprot 'gorong-gorong' aliran darah dengan air flushing.

Air yang mengandung sodium chloride inilah yang berperan melancarkan aliran darah di otak, sehingga jaringan sel mampu berfungsi kembali dengan baik. Cara ini dapat diterapkan pada pasien yang mengalami gejala stroke atau bahkan mengalami stroke.

Usai mendapatkan tindakan brain spa selama kurang lebih 30 menit, Dudi merasa kepalanya lebih ringan dan penglihatannya lebih jelas, ia juga dapat mengingat dengan baik.

Jika Dudi mengalami hal demikian, Cut Ubit, wanita paruh baya yang juga melakukan tindakanbrain spa ini sudah mengalami stroke selama satu tahun. Stroke bahkan sudah melemahkan saraf matanya. Ia tidak dapat melihat. Usai melakukan tindakan, tanpa hitungan jam ia sudah dapat menggerakkan tangan dan kaki dengan baik, dan pengelihatannya dapat berfungsi kembali.

Pun demikian dengan Kun Ida, wanita asal Jepara yang mengalami tuli selama lima tahun. Usai penyumbatan aliran darah di otak dibersihkan, ia dapat kembali mendengar.

Soal biaya tindakan, dr. Terawan yang dikenal sebagai penyembuh stroke ini memaparkan secara transparan. Berkisar antara Rp9 juta hingga Rp26 juta. (eh)
Read more »»  

Ditemukan, Obat Flu burung dengan White Tea



White tea akan disejajarkan dengan teh oolong dari China.

ITm [ Kesehatan ]- Anak perusahaan BUMN perkebunan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), mengembangkan teh antiviral virus flu burung. Teh ini berjenis teh putih atau dikenal denganwhite tea. RPN mengembangkan teh ini dari riset bersama Avian Influenza-zoonosis Research Center Universitas Airlangga (AIRC-UNAIR) Surabaya.


Menurut keterangan tertulis RPN kepada VIVAlife, dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa virus flu burung pada manusia strain Indonesia, yaitu H5N1, tidak tumbuh lagi setelah diberi seduhan teh putih yang diberi merek Teh Putih Klon Gamboeng (Excellent Gamboeng White Tea).

Namun, PRN mengatakan bahwa ada kemungkinan teh ini bisa menangkal infeksi varian baru flu burung H7N9 dari China dan virus influenza lainnya.

Ini disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi, atau setara dengan kandungan antioksidan dua belas jus jeruk.

Kandungan antioksidan itu diperoleh dari pengolahan daun teh berupa pucuk teh yang masih kuncup, yang tidak melalui proses oksidasi polifenol. Selain bisa mencegah terinfeksi virus flu burung, teh ini juga bisa mencegah mutasi sel penyebab kanker.

Rencananya, RPN akan mensosialisasikan teh ini sebagai ikon minuman teh Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang riset itu, akan menjadikan minuman ini sejajar dengan minuman teh Jepang, ocha dan teh China, oolong. Sosialisasi untuk teh ini sendiri akan dilaksanakan14 April 2013 mendatang. 

Read more »»  

Cara/Tips Memilih Sepatu Olahraga Berdasarkan Tipe Kaki



Kesalahan dalam memilih sepatu olahraga, terutama sepatu lari meningkatkan risiko cedera. (iStockphoto)

Kesalahan dalam memilih sepatu olahraga, terutama sepatu lari meningkatkan risiko cedera. (iStockphoto)

ITm [ Kesehatan ] - Dewasa ini, olahraga menjadi gaya hidup sehat yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari berlatih di pusat kebugaran atau sekadar berlari di taman. Itu semua dilakukan demi mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar.
Namun, sayangnya tak sedikit yang mengabaikan pentingnya penggunaan sepatu olahraga yang tepat. Alih-alih sehat, kaki Anda justru berisiko mengalami cedera. Nah, agar terhindar dari hal-hal tersebut, Anda pun dianjurkan untuk mengutamakan kenyamanan ketika memilih sepatu olahraga.
"Selain nyaman, sepatu juga harus fleksibel, ringan dan mendukung manfaat gerak alami sekaligus melindungi kaki," ujar Arien Wijayanti, Product Specialist Nike Indonesia saat ditemui di Pulau Macan, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, Arien juga menyarankan agar Anda menyesuaikan tipe kaki untuk mengetahui jenis sepatu yang tepat. Kesalahan dalam memilih sepatu olahraga, terutama sepatu lari meningkatkan risiko cedera. Untuk itu, kenali tiga tipe kaki berikut dengan sepatu yang tepat bagi tipe kaki tersebut di bawah ini.

Normal
Orang yang memiliki kaki normal, beban tertumpu pada bagian depan telapak kaki dan tumit. Untuk mengoptimalkan fungsi kaki dalam menahan beban saat berolahraga, disarankan menggunakan sepatu yang mengedepankan keseimbangan dengan desain yang mengombinasikan fitur bantalan dan support lainnya.

Pronation
Tipe kaki ini sering disebut tipe kaki datar. Mereka yang memiliki tipe kaki pronation, maka beban tertumpu di seluruh telapak kaki sehingga tipe kaki ini paling rentan mengalami cedera dibandingkan tipe kaki lainnya. Mereka juga sering mengalami rasa nyeri di bagian lutut, pinggul, punggung atau bahu setelah lari atau melakukan jenis olahraga lain.
Jika Anda memiliki tipe kaki pronation, sebaiknya memilih sepatu olahraga yang mengedepankan pergerakan, yakni memberikan medial support dengan dual density midsole, roll bar atau foot bridge.

Supination
Tipe kaki yang terakhir adalah tipe kaki yang cenderung bengkok atau menyerupai huruf 'O' saat berjalan sehingga beban paling besar ditumpu oleh bagian terluar telapak kaki. Biasanya orang yang memiliki tipe kaki ini juga akan mengalami rasa nyeri pada lutut, pinggul, punggung, bahu atau leher sehabis berolahraga.
Untuk mencegah hal itu, pilih sepatu olahraga yang mengedepankan bantalan empuk yang memberi shock dispersion pada desain midsole atau outsole. Banyak pabrik sepatu yang menggunakan gel, air atau udara untuk meningkatkan fungsi bantalan tersebut.

"Sepatu terbaik adalah yang sangat lentur dan mudah bergerak ke segala arah serta ringan menyerupai fungsi kaki telanjang, agar si pemakai merasa nyaman seperti tidak memakai sepatu," kata Arien. (eh)

Read more »»